<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6591774212167728983</id><updated>2012-02-06T00:41:52.729-08:00</updated><title type='text'>SK-KD KIMIA INDUSTRI</title><subtitle type='html'>kami mengajak masyarakat Indonesia berkreasi dengan pemahaman Sains dan tehnologi dengan benar dan proporsional untuk meningkatkan martabat bangsa serta kesejahteraan masyarakat Indonesia.
Sesungguhnya kimia itu bukanlah hal yang sulit untuk dipelajari, dengan kesungguhan, motivasi dan rasa ingin tahu yang tinggi, pasti bisa !</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://giant-ki.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6591774212167728983/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giant-ki.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Sugianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15486854293552002360</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_cgtANEGJlQE/SIVXRAlU-3I/AAAAAAAAAmA/CnpZ8mWP1HA/S220/DSC05759.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>6</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6591774212167728983.post-6068492823267611793</id><published>2009-01-19T16:58:00.000-08:00</published><updated>2009-01-19T17:02:47.707-08:00</updated><title type='text'>PEMBUATAN YOGHURT</title><content type='html'>PEMBUATAN YOGHURT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang suka minum susu tanpa gula, tetapi adapula yang lebih suka minum air susu bergula. Dibeberapa negara air susu sedikit masam merupakan minuman rakyat yang sangat digemari. Banyak orang yang beranggapan, bahwa minum susu sedikit masam menyebabka awet muda. Air susu demikian itu di Mesir terkenal sebagai leben, di negara-negara sekitar Laut Tengah disebut kefir, di Asia terkenal sebagai kumis, dan di Eropa Timur sebagai yoghurt. &lt;br /&gt;Yogurt adalah suatu minuman yang dibuat dari susu sapi dengan cara fermentasi oleh bakteri Streptococcus Thermophilus dan Lactobacillus Bulgaricus. Bakteri ini adalah bakteri asam laktat yang mengubah laktosa dari susu biasa menjadi asam laktat&lt;br /&gt; Keasaman dari susu yang di fermentasi pada umumnya cukup untuk mencegah kerusakan oleh bakteri proteolitik yang tidak tahan asam. Setelah mencapai tingkat keasaman dalam minuman tersebut, maka dilakukan pendinginan.&lt;br /&gt; Untuk penilaian air susu di Amerika Serikat, air susu murni dinyatakan baik sekali, jika terdapat kurang dari 200.000 mikroorganisme per mililiter dengan perhitungan langsung dengan mikroskop atau perhitungan jumlah koloni namun begitu susu segar kualitas bagus bukan jaminan, tetapi kebersihan merupakan kunci utama berhasil atau tidaknya proses fermentasi ini. Untuk mendapatkan kekentalan yang diinginkan dapat dilakukan penguapan terlebih dahulu, sebelum susu di fermentasi atau bisa juga dengan penambahan susu skim.&lt;br /&gt; Selain dibuat dari susu segar, yougurt dapat juga dibuat dari susu skim (susu tanpa lemak) yang dilarutkan dalam air dengan perbandingan tergantung pada kekentalan produk yang diinginkan.&lt;br /&gt; Yougurt umumnya disajikan dengan menambah terlebih dahulu campuran lain seperti gula, sirup ataupun kopi (ekstrak kopi).&lt;br /&gt; Penambahan campuran-campuran ini tergantung selera. Adanya campuran-campuran tersebut selain menambah kelezatan sering kali juga memperindah penampakan sehingga mempertinggi mutunya. Kadang-kadang dalam pembuatannya dapat ditambahkan essence seperti aroma vanili, mocca, durian, nanas dan sebagainya, ini yang disebut “flavoured yougurt”. Pada flavoured yougurt cukup ditambahkan gula dan bisa langsung disajikan.&lt;br /&gt; Produk-produk yang telah masa inkubasinya sebaiknya disimpan di almari pendingin, karena dengan demikian fermentasi tidak berlanjut sehingga produk dapat disimpan lebih lama. Produk yang telah jadi dan bagus, dapat digunakan sebagai starter pada pembuatan yougurt selanjutnya.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Alat yang digunakan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.      Panci penangas.&lt;br /&gt;2.      Seperangkat alat titrasi.&lt;br /&gt;3.      Erlenmeyer 500 ml.&lt;br /&gt;4.      Thermometer.&lt;br /&gt;5.      Pengaduk kaca.&lt;br /&gt;6.      Pembakar spiritus.&lt;br /&gt;7.      Gelas ukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan yang digunakan:&lt;br /&gt;1.      Kertas Alumunium foil.&lt;br /&gt;2.      Susu sapi&lt;br /&gt;3.      Susu skim.&lt;br /&gt;4.      Starter Streptococcus Thermophilus dan Lactobacillus Bulgaricus.&lt;br /&gt;5.      NaOH.&lt;br /&gt;6.      Indikator Phenopthalein.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  PROSEDUR PEMBUATAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.     Pembuatan yougurt&lt;br /&gt;1.      Panaskan 500 ml susu segar dengan cara memasukkan susu kedalam  erlenmeyer, kemudian erlenmeyer ini dimasukan kedalam panci besar yang telah berisi air (seperti membuat nasi tim) hingga suhunya kurang lebih 90 0C selama 15 menit.&lt;br /&gt;2.      Susu didinginkan sampai suhu mencapai 45 0C, lalu ditambahkan starter Streptococcus Thermophilus dan Lactobacillus Bulgaricus sebanyak 3-5 % sedikit demi sedikit sambil diaduk supaya larut.&lt;br /&gt;3.      Campuran diletakkan kedalam wadah-wadah steril yang sudah disiapkan, kemudian tutup dengan aluminium foil dan di inkubasikan pada suhu 43 0C selama 4 jam atau pada suhu kamar selama 18 jam.&lt;br /&gt;4.      Setelah inkubasi selesai, yougurt yang dihasilkan segera didinginkan dalam lemari es atau dipasteurisasikan pada suhu 65 0C selama 30 menit agar fermentasi tidak terus berlanjut.&lt;br /&gt;5.      Pengamatan dilakukan dengan melihat harga pH, kandungan asam laktat, rasa, jumlah mikroba, protein dan kadungan laktosanya.&lt;br /&gt;6.      Bila akan dikonsumsi bisa dicampur dengan sirup atau dengan gula secukupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.     Pembuatan bibit (starter) yougurt&lt;br /&gt;1.      Campuran susu segar dan susu bubuk skim (7,5% dari susu segar) hingga merata.&lt;br /&gt;2.      Panaskan campuran susu tersebut dengan cara memasukkan susu kedalam erlenmeyer, kemudian erlenmeyer ini dimasukkan kedalam panci besar yang telah berisi air hingga suhunya kurang lebih 90 0C selama 15 menit.&lt;br /&gt;3.      Selanjutnya dilakukan pendinginan  sampai suhu mencapai kurang lebih 43 0C.&lt;br /&gt;4.      Masukan bibit (starter) sebanyak 3-5% sedikit demi sedikit sambil diaduk supaya larut.&lt;br /&gt;5.      Tutup dengan aluminium foil, peram hingga terjadi gumpalan padat, pada suhu  43 0C selama 4 jam atau pada suhu kamar selama 18-20 jam.&lt;br /&gt;6.      Setelah pemeraman selesai, simpan dalam lemari es dan dikeluarkan hanya pada saat digunakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENGOLAHAN PASCAPANEN SUSU MENJADI YOGURT &lt;br /&gt;WAHYU WIDODO DAN IKIP LAYLI - UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG / PERUSAHAAN PETERNAKAN SAPI PERAH `MULYA JATI', MALANG &lt;br /&gt;Susu merupakan komoditas peternakan yang sangat mudah rusak. Apabila rusak, susu akan dijual murah oleh perusahaan dan bila tidak laku akhirnya dibuang dan tidak bisa dimanfaatkan. Untuk mengatasi kendala tersebut perlu dilakukan pengolahan pascapanen susu. Teknologi yang digunakan ialah pengolahan susu fermentasi atau yogurt dengan bantuan bakteri Lactobacillus bulgaricus dan streptococcus thermophillus. Tujuan dari program ini ialah mengatasi masalah kelebihan produksi susu dengan pengolahan pascapanen berupa pembuatan yogurt. Pembuatan yogurt dapat meningkatkan mutu kandungan zat susu dan menambah pendapatan peternak sapi perah. &lt;br /&gt;Metode pelaksanaan kegiatan terdiri atas tahap pra-implementasi, tahap implementasi, dan tahap pascaimplementasi. Tahap pra-implementasi dilakukan untuk memperoleh starter yang unggul, melalui uji fisik, uji kimiawi, dan uji organoleptis. Starter tersebut diujikan kembali dengan perlakuan lama penyimpanan selama 12, 24, 36, dan 48 jam, perlakuan suhu inkubasi sebesar 32, 35, 38, dan 41°C, serta perlakuan konsentrasi starter pada susu sebanyak 2, 3, 4, dan 5%. Tahap implementasi merupakan tahap pelatihan, penyuluhan, dan pendampingan di lapangan. Pelatihan ditekankan pada pengetahuan praktis pembuatan yogurt, sedangkan tahap pascaimplementasi merupakan upaya pendampingan untuk mulai proses produksi yogurt yang layak untuk dipasarkan. &lt;br /&gt;Berdasarkan uji fisik, kimiawi dan organoleptik, dapat disimpulkan bahwa susu yang diberi starter L. bulgaricus dari Universitas Muhammadiyah Malang merupakan starter yang relatif lebih baik daripada yang lainnya. Susu yang diberi starter L. bulgaricus dapat mencapai hasil terbaik apabila diberikan pada susu pada lama penyimpanan 24 jam, suhu inkubasi 32 jam, dan konsentrasi 3%. Respons peserta dalam pelatihan dan penyuluhan sangat baik dan ditindaklanjuti dengan pembuatan yogurt menjadi industri rumah tangga yang dikoordinasi oleh PKK Desa Tropodo, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ALAT PEMBUATAN YOGURT   &lt;br /&gt;Elecrem menyediakan alat pembuatan yogurt dengan sistem inkubasi yang dapat dikontrol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ALAT PEMBUATAN YOGURT Y 140 DAN Y 300&lt;br /&gt;Dengan kedua model ini, Anda dapat membuat 140-300 cup yogurt.&lt;br /&gt;4-8 rak susun yang dapat dipindahkan&lt;br /&gt;Bagian badan alat ini diberi lapisan pelindung yang kuat&lt;br /&gt;Suhu di dalam alat ini dapat terus disesuaikan dengan adanya alat semacam kipas angin dan dijaga kestabilannya dengan contact thermometer&lt;br /&gt;Display pengontrol suhu dan indikator pemanas&lt;br /&gt;Kedua alat ini dapat digunakan untuk cup yang terbuat dari karton, plastik atau kaca  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;STAINLESS STEEL INCUBATORS&lt;br /&gt;With troley and SS. racks &lt;br /&gt;      Model 140 cup   Model 300 cup  &lt;br /&gt;  Berat     65 kg   100 kg &lt;br /&gt;       &lt;br /&gt; Lebar   60 cm  60 cm &lt;br /&gt;       &lt;br /&gt; Daya   300 watt  300 watt &lt;br /&gt;       &lt;br /&gt; Tinggi   87 cm  1.38 m &lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;Kedalaman   52 cm  52 cm&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6591774212167728983-6068492823267611793?l=giant-ki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giant-ki.blogspot.com/feeds/6068492823267611793/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6591774212167728983&amp;postID=6068492823267611793' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6591774212167728983/posts/default/6068492823267611793'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6591774212167728983/posts/default/6068492823267611793'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giant-ki.blogspot.com/2009/01/pembuatan-yoghurt.html' title='PEMBUATAN YOGHURT'/><author><name>Sugianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15486854293552002360</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_cgtANEGJlQE/SIVXRAlU-3I/AAAAAAAAAmA/CnpZ8mWP1HA/S220/DSC05759.JPG'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6591774212167728983.post-4025838684624200503</id><published>2009-01-19T16:51:00.000-08:00</published><updated>2009-01-19T16:57:47.332-08:00</updated><title type='text'>Industri Garam</title><content type='html'>Meraih Peluang Industri Garam Dapur&lt;br /&gt;(NaCl)&lt;br /&gt;berkembang di negeri ini&lt;br /&gt;Indonesia merupakan negara yang sebagian wilayah merupakan lautan namum sayangnya potensi tersebut belum dioptimalkan. Hanya beberapa komoditas yang dimanfaatkan seperti transportasi,perikanan, pariwisata dan sebagainya tapi mengapa belum banyak yang menyentuh potensi air laut itu sendiri. Padahal begitu berlimpahnya sumberdaya mineral yang ada di laut seperti garam, ada bermacam-macam garam disana.&lt;br /&gt;Produksi garam di Indonesia pada umumnya masih kotor, harganya dari tambak sudah cukup mahalsekitar Rp 500/kg, demikian demikian juga garam beryodium sekitar Rp 1000/kg pada umummnya produk tersebut masih kotor, coba kita buktikan. ambil gelas+ air tambahkan garam dapur aduk sampai larut, silahkan di amati apakah ada kotoran didalam gelas tersebut?&lt;br /&gt;Dapatkah diproduksi garam yang berkualitas ? kaarena kenyataannya Industri yang membutuhkan garam(NaCl) seperti Industri Soda Indonesia Waru(saat kami berkunjung kesana) tidak menggunakan garam produk dalam negeri dengan alasan harga juga kualitasnya. mereka malah impor dari Australia, mengapa? padahal begitu berlimpahnya air laut dinegeri kita.&lt;br /&gt;Bagaimana kita harus membangaun negeri ini? minimal kita harus bangkit dengan membangaun diri sendiri dengan mengais peluang ditengah persaingan yang semakin global. Bagaimana kita mengurangi ketergantungan  kepada Negara lain?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peluang Industri Kecil mengembangkan bisnis garam&lt;br /&gt;Perdagangan garam NaCl di negeri kita  sebenarnya sangat menjanjikan, bahan tersebut di konsumsi hampir semua orang, dari anak kecil sampai orang dewasa, Bagaimana caranya meraih peluang di tengah poersaingan? Kita tidak perlu meniru apa yang sudah dilakukan para petani garam ! kita harus mampu melakuakn perbaikan kualitas serta manajemen, sehingga layak bernilai usaha/bisnis. Dan masalah yang harus secepatnya kita selesaikan adalah:&lt;br /&gt; Mengapa produksi garam kita kotor?&lt;br /&gt;• Laut kita memang sudah mulai kotor&lt;br /&gt;• Tempat produksi garam sebagaian masih sawah/tambak&lt;br /&gt;• Kurang ada sentuhan teknologi dan lebih terkesan seadanya&lt;br /&gt;Mengapa produk kita mahal ?&lt;br /&gt;• Di butuh area relative sangat luas&lt;br /&gt;• Sangat tergantung iklim/cuaca&lt;br /&gt;Mengapa produk dari negeri orang dapat lebih murah?&lt;br /&gt;• &lt;a href="http://www.industry-animated.org/evap_brine.htm"&gt;Animasi&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana dapat meraih peluang berkecimpung di industri pergaraman?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6591774212167728983-4025838684624200503?l=giant-ki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giant-ki.blogspot.com/feeds/4025838684624200503/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6591774212167728983&amp;postID=4025838684624200503' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6591774212167728983/posts/default/4025838684624200503'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6591774212167728983/posts/default/4025838684624200503'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giant-ki.blogspot.com/2009/01/industri-garam.html' title='Industri Garam'/><author><name>Sugianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15486854293552002360</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_cgtANEGJlQE/SIVXRAlU-3I/AAAAAAAAAmA/CnpZ8mWP1HA/S220/DSC05759.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6591774212167728983.post-901159736159490794</id><published>2009-01-15T17:44:00.000-08:00</published><updated>2009-01-15T21:37:34.530-08:00</updated><title type='text'>pengolahan tembaga</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pengolahan Tembaga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tembaga adalah logam yang relatif tidak reaktif dan kadang ditemukan di alam&lt;br /&gt;dalam keadaan bebas. Bijih Cu membentuk senyawa oksida, sulfida dan karbonat.&lt;br /&gt;Bijih ditemukan sebagai : pirit tembaga (CuFeS2), Cu galena (Cu2S), kuprit (Cu2O)&lt;br /&gt;,malasit [Cu(OH)2.CuCO3], dan azurit [Cu(OH) 2.2CuCO3].&lt;br /&gt;Bijih tembaga-besi sulfida(CuFeS2) adalah paling banyak di alam yang merupakan&lt;br /&gt;campuran besi sulfida dan tembaga sulfida.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ekstraksi Cu dari pirit&lt;br /&gt;Mineral tembaga dipekatkan dengan pemecahan bijih menjadi partikel lebih kecil.&lt;br /&gt;Teknik pengapungan buih digunakan dengan menambahkan minyak cemara kedalam&lt;br /&gt;tangki yang penuh dengan bubuk bijih dan air. Campuran diaduk dengan&lt;br /&gt;melewatkan udara bertekanan. Partikel sulfida muncul kepermukaan dengan buih.&lt;br /&gt;Pasir,lempung dan partikel pengganggu lainnya terpisah dari dasar tangki.&lt;br /&gt;Selanjutnya bijih dipanaskan dibakar dengan udara yang cukup sehingga air terpisah&lt;br /&gt;dan oksida logam murni tertinggal. Logam oksida kemudian direduksi dengan&lt;br /&gt;pemanasan tetapi tanpa adanya udara.&lt;br /&gt;Proses diatas disebut Basemerisasi dari Cu. Logam Cu yang yang didapatkan berupa&lt;br /&gt;lelehan. Oksida sulpur ditiupkan melalui lelehan Cu dan lepuhan pada permukaan&lt;br /&gt;dan ini tersisa sebagai pengotor dalam ekstarksi logam Cu. Sehingga logam Cu perlu&lt;br /&gt;dimurnikan lebih lanjut dengan elektrolisis.&lt;br /&gt;Dalam tangki elektrolisa larutan kupri sulfat diasamkan (+H2SO4 encer) membentuk&lt;br /&gt;larutan electrolit. Cu batangan yang tidak murni digunakan sebagai anoda dengan&lt;br /&gt;menghubungkan ke terminal (+) dari batere. Satu lapisan tipis logam tembaga murni&lt;br /&gt;ditempatkan sebagai sel katoda. Terminal (-) dihubungkan ke katoda. Arus listrik&lt;br /&gt;dalam jumlah rendah dialirkan melalui sel. Atom-atom Cu dari anoda memasuki&lt;br /&gt;elektrolit. Tembaga dari anoda berubah menjadi tembaga sulfida. Sejumlah atom Cu&lt;br /&gt;yang sama dari larutan terdeposit pada katoda. Hal Ini akan menjaga konsentrasi&lt;br /&gt;larutan elektrolit tetap. Pengotor dari batangan anoda tertinggal di larutan atau&lt;br /&gt;terkumpul di bawah anoda. Pengotor tidak larut dalam elektrolit dan dinamakan&lt;br /&gt;lumpur anoda. Tembaga murni dipisahkan dari katoda. Anoda menjadi tipis sebagai&lt;br /&gt;hasil proses elektrolisis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sifat Fisik Tembaga&lt;br /&gt;Cu logam yang berwarna coklat kemerahan. Permukaannya nampak pudar karena&lt;br /&gt;terbentuknya suatu lapisan oksida. Kerapatannya adalah 8.94 gm/cc. Tutik leleh&lt;br /&gt;1083°C. Cu mudah dibentuk dan sebagai penghantar panas dan listrik.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6591774212167728983-901159736159490794?l=giant-ki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giant-ki.blogspot.com/feeds/901159736159490794/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6591774212167728983&amp;postID=901159736159490794' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6591774212167728983/posts/default/901159736159490794'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6591774212167728983/posts/default/901159736159490794'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giant-ki.blogspot.com/2009/01/pengolahan-tembaga.html' title='pengolahan tembaga'/><author><name>Sugianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15486854293552002360</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_cgtANEGJlQE/SIVXRAlU-3I/AAAAAAAAAmA/CnpZ8mWP1HA/S220/DSC05759.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6591774212167728983.post-3206322142469294408</id><published>2009-01-15T17:36:00.000-08:00</published><updated>2009-01-15T17:41:59.094-08:00</updated><title type='text'>Pengolahan besi</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pengolahan Besi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besi (Fe) suatu logam yang reaktif dan tidak ditemukan dalam keadaan bebas di&lt;br /&gt;alam. Bijih besi dapat berbentuk senyawa oksida, sulfida dan karbonat. Bijih besi&lt;br /&gt;ditemukan sebagai : hematit Fe2O3, magnetit Fe3O4 , limonit Fe2O3. H2O, siderit&lt;br /&gt;FeCO3 , pirit FeS2&lt;br /&gt;Ekstraksi besi dari hematit&lt;br /&gt;Bijih dipekatkan dengan pemecahan bijih menjadi partikel yang lebih kecil dan&lt;br /&gt;dicuci dengan air. Pasir, lempung merupakan partikel pengganggu yang harus&lt;br /&gt;dihilangkan kemudian bijih dipanaskan atau dikalsinasi sehingga terbentuk oksida&lt;br /&gt;logam murni. Kemudian direduksi dengan penambahan kokas. Secara umum pasir&lt;br /&gt;atau silikon dioksida sebagai pengotor, untuk menghilangkannya ditambahkan&lt;br /&gt;CaCO3 ( batu kapur) bersama kokas. Batu kapur dapat mereduksi SiO2. Campuran&lt;br /&gt;bijih ditempatkan dalam suatu tanur dan udara panas dihembuskan dari bawah.&lt;br /&gt;Kokas dengan udara panas membentuk karbonmonoksida yang selanjutnya bertindak&lt;br /&gt;sebagai agen pereduksi. CO terbentuk melalui dua tahap dalam tanur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar 11 Tanur tinggi untuk ekstraksi besi dari hematit&lt;br /&gt;Reduksi Fe (III) to Fe dilakukan melalui reaksi berikut :&lt;br /&gt;Logam Fe adalah cairan keabuan yang mengalir dan terkumpul di bawah tanur.&lt;br /&gt;CaCO3 ditambahkan dalam jumlah kecil bereaksi dalam tanur menjadi CaO.&lt;br /&gt;Batukapur disebut sebagai flux. CaO bereaksi dengan SiO2 membentuk kalsium&lt;br /&gt;silikat yang berbentuk cairan gelas seperti terak yang dikumpulkam pada dasar tanur.&lt;br /&gt;terak mengapung diatas lelehan besi murni dan melindungi dari reoksidasi Fe.&lt;br /&gt;Besi yang diperoleh dari tanur disebut sebagai besi tuang (pig iron) yang memiliki&lt;br /&gt;pengotor S, C, Si atau P. Proses pemurnian dilakukan dengan metoda oksidasi yang&lt;br /&gt;dilakukan dengan melewatkan udara panas pada besi tuang. Pengotor lebih mudah&lt;br /&gt;teroksidasi daripada besi. Selanjutnya pengotor membentuk CO2, SO2, P2O5 mudah&lt;br /&gt;terlepas melalui aliran gas buang.&lt;br /&gt;Sifat fisik besi : Besi adalah logam putih kebiruan, permukaan yang nampak&lt;br /&gt;berwarna coklat menghasilkan karat. Kerapatan besi tinggi yaitu 7.86 gm/cc.Titik&lt;br /&gt;leleh 1539°C. Fe memlliki sifat magnetik yang kuat dan merupakan penghantar&lt;br /&gt;panas dan listrik yang baik.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6591774212167728983-3206322142469294408?l=giant-ki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giant-ki.blogspot.com/feeds/3206322142469294408/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6591774212167728983&amp;postID=3206322142469294408' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6591774212167728983/posts/default/3206322142469294408'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6591774212167728983/posts/default/3206322142469294408'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giant-ki.blogspot.com/2009/01/pengolahan-besi.html' title='Pengolahan besi'/><author><name>Sugianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15486854293552002360</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_cgtANEGJlQE/SIVXRAlU-3I/AAAAAAAAAmA/CnpZ8mWP1HA/S220/DSC05759.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6591774212167728983.post-7867553464717035135</id><published>2009-01-14T21:59:00.000-08:00</published><updated>2009-01-15T16:33:41.058-08:00</updated><title type='text'>uji susu segar</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Uji Organoleptik Susu   Segar (Uji Bau, Warna dan Rasa)&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;Uraian Materi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 1.   Bau/”Smell”&lt;br /&gt;Susu yang baik mempunyai rasa dan aroma yang menyenangkan, merata dan tidak meninggalkan rasa sesudah diminum (no aftertaste). Susu mudah menyerap bau sekitarnya serta rasa dari wadahnya.&lt;br /&gt;Bau yang tidak normal menunjukkan penanganan susu yang tidak tepat baik sewaktu pemerahan, pengumpulan, pembotolan atau distribusinya. Bau kandang yang kotor, bau pemerah yang tidak bersih, wadah yang tidak bersih, bau bahan-bahan yang tajam (seperti; bawang, minyak atsiri dan lain-lain) merupakan contoh yang menjadi penyebabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.   Penampakan/”Appearance”&lt;br /&gt;Susu yang baik/normal mempunyai warna putih kekuningan (untuk susu sapi) atau putih kebiruan/keabu-abuan (untuk susu kerbau).&lt;br /&gt;Warna susu berkisar dari putih kebiruan sampai kuning keemasan, bergantung jenis hewan, pakan, dan jumlah lemak/padatan dalam susu. Dalam jumlah besar susu tampak keruh (apogul). Dalam bentuk lapisan tipis, susu tampak sedikit transparan. Susu dengan kadar lemak rendah atau susu yang sudah dipisahkan lemaknya berwarna kebiru-biruan.&lt;br /&gt;Warna putih susu merupakan refleksi cahaya oleh globula lemak, kalsium kaseinat, dan koloid fosfat. Karoten adalah pigmen yang menyebabkan warna kuning susu. Karoten susu berasal dari pakan hijauan. Ketajaman warna karoten tergantung dari jumlah pigmen dalam darah yang disekresi bersama-sama susu. Karoten yang terdapat dalam susu, secara kimia identik dengan yang terdapat pada tanaman.&lt;br /&gt;Warna kuning susu sangat dipengaruhi oleh pakan. Pakan yang tinggi kadar karotennya, misalnya wortel dan hijaun mewnyebabkan warna susu lebih kuning dari pada pakan jagung putih atau oat yang berjkadar karoten rendah.&lt;br /&gt;Pigmen lain yang terdapat dalam susu adalah laktorom atau riboflavin. Pigmen ini terlarut dalam susu tetapi hanya tampak pada bagian whey dan menyebabkan warna kehijuan. Dalam susu yang normal, warna reboflavin tertutup oleh komponen yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.   Rasa&lt;br /&gt;Rasa susu yang normal/baik didapat dari dua komponen imbangan sebagai berikut:&lt;br /&gt;a) Imbangan antara rasa manis laktosa susu dengan rasa asin dari mineral (chlorida)&lt;br /&gt;b) Imbangan antara lemak dengan protein&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komponen pertama menjadikan susu mempunyai rasa manis yang menyenangkan dan komponen kedua menjadikan rasa susu menjadi lebih mantab (Fullness). Susu yang normal memberikan rasa yang menyenangkan dan tidak meninggalkan rasa sehabis diminum (no aftertaste). Susu dengan kandungan laktosa rendah tetapi kadar chlorida tinggi menyebabkan cita rasa susu menjadi asin. Susu sapi yang dihasilkan pada akhir masa laktasi biasanya berasa asin.&lt;br /&gt;Rasa dan aroma susu dapat menyimpang (abnormal) dari seharusnya. Beberapa hal yang dapat menyebabkan rasa dan aroma susu abnormal adalah:&lt;br /&gt;a) Gangguan keadaan fisik ternak&lt;br /&gt;b) Bahan yang mempunyai aroma kuat, misalnya bawang yang termakan oleh ternak. Cita rasa dan aroma bahan diserap oleh darah dan disekresi dalam susu.&lt;br /&gt;c) Absorbsi aroma oleh susu dari lingkungan&lt;br /&gt;d) Dekomposisi komponen susu oleh bakteri dan mikroba lain:&lt;br /&gt;- Susu menjadi terasa pahit oleh kuman pembentuk pepton&lt;br /&gt;- Rasa lobak disebabkan oleh kuman E. coli.&lt;br /&gt;- Rasa sabun disebabkan oleh Bacillus lactis saponaceaei&lt;br /&gt;- Rasa tengik disebabkan oleh kuman-kuman asam mentega&lt;br /&gt;e) Adanya nbahan asing yang mengkontaminasi susu&lt;br /&gt;f) Terjadinya perubahan aroma dan rasa karena reaksi kimia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Melakukan Uji Kimiawi Susu Segar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Tujuan Kegiatan Pemelajaran &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Setelah melakukan kegiatan belajar ini diharapkan siswa  mampu:&lt;br /&gt;1. Melakukan Uji Kadar Lemak susu segar.&lt;br /&gt;2. Membandingkan hasil pengujian mutu susu segar dengan persyaratan mutu yang telah ditetapkan.   &lt;br /&gt;3. Menyusun laporan hasil pengujian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  b. Uraian Materi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengujian kadar lemak susu segar pada uji ini digunakan metode Babcock. Metode ini diperkenalkan pertama kali pada tahun 1890 oleh Dr. SM. Babcock di Universitas Wisconsin Amerika Serikat. Dasar yang digunakan adalah apabila asam sulfat (H2SO4) ditambahkan pada susu kemudian dicampur, maka asam sulfat akan melarutkan bahan padat bukan lemak/solid no fat (SNS), dan meninggalkan lemak bebas. Reaksi akan menimbulkan panas, dan panas ini dapat mencairkan lemak susu yang kemudian akan memisah di bagian atas. Asam sulfat juga akan menyebabkan kenaikan perbedaan berat antara lemak dan larutan, sehingga apabila keadannya diberikan tenaga sentrifugal lemak seluruhnya akan terletak di bagian atas, sebab lemak mempunyai berat jenis yang lebih kecil dari pada kontituen-kontituen lain di dalam susu.&lt;br /&gt;Untuk menentukan kadar lemak dengan metode ini, digunakan alat yang khusus, yaitu botol Babcock (lihat gambar 4).&lt;br /&gt;Botol Babcock untuk analisa lemak susu mempunyai angka skala antara 0 sampai 8 dengan ketelitian 0.1. Angka skala tersebut menunjukkan persentase kadar lemak pada waktu analisa. Tiap 1 skala volumenya 0.2 ml.&lt;br /&gt;Botol Babcock untuk analisa lemak krim angka skalanya lebih besar, yaitu antara 0 sampai 50. Ini disebabkan karena krim adalah bagian susu yang banyak mengandung lemak. Pada umumnya kadar krim di atas 15 %. Ada beberapa variasi botol, ada yang leher botolnya pendek, ada yang leher botolnya mempunyai kepanjangan 6 inchi (± 15 cm). Bahkan ada yang 9 inchi  (± 22.5 cm) dan kepastiannya juga berbeda-beda.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6591774212167728983-7867553464717035135?l=giant-ki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giant-ki.blogspot.com/feeds/7867553464717035135/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6591774212167728983&amp;postID=7867553464717035135' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6591774212167728983/posts/default/7867553464717035135'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6591774212167728983/posts/default/7867553464717035135'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giant-ki.blogspot.com/2009/01/uji-organoleptik-susu-segar-uji-bau.html' title='uji susu segar'/><author><name>Sugianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15486854293552002360</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_cgtANEGJlQE/SIVXRAlU-3I/AAAAAAAAAmA/CnpZ8mWP1HA/S220/DSC05759.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6591774212167728983.post-3047623086284409638</id><published>2008-07-03T20:16:00.000-07:00</published><updated>2008-12-19T23:05:25.117-08:00</updated><title type='text'>BELAJAR KIMIA INDUSTRI</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);font-size:130%;" &gt;STANDAR KOMPETENSI NASIONAL&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-size:180%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;KIMIA INDUSTRI&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);font-size:78%;" &gt;Jenjang Pelaksana&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_cgtANEGJlQE/SS9HpYw9PwI/AAAAAAAABAw/cmrkHNdXEO0/s1600-h/steamcup.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 276px; height: 146px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_cgtANEGJlQE/SS9HpYw9PwI/AAAAAAAABAw/cmrkHNdXEO0/s200/steamcup.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5273512465022140162" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);font-size:180%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KOMPETENSI DASAR&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_cgtANEGJlQE/SS88YmDjOhI/AAAAAAAABAQ/A50ahwXV-pI/s1600-h/lab-kimia.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 149px; height: 136px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_cgtANEGJlQE/SS88YmDjOhI/AAAAAAAABAQ/A50ahwXV-pI/s200/lab-kimia.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5273500081904106002" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;1. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;KIN.KL.11.001.01 Membersi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;hkan Area Kerja&lt;br /&gt;2. KIN.IP.11.002.01 Membaca dan Mencatat Skala-Skala Ukur Instrumen-.Instrum&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;en Lokal&lt;br /&gt;3. KIN.KL.11.003.01 Memilih dan Menggunakan Alat Pelindung Diri&lt;br /&gt;4. KIN.KL.11.004.01 Melaksanakan Environment Health and Safety Mengikuti SOP&lt;br /&gt;5. KIN.BP.11.005.01 Menyiapkan Bahan Baku dan Bahan Pendukung Mengikuti Instruksi Kerja&lt;br /&gt;6. KIN.BP.11.006.01 Bekerja dengan Aman Menggunakan Material dan Bahan Kimia Industri&lt;br /&gt;7. KIN.BP.11.007.01 Menyiapkan Bahan Kimia Mengikuti FormulaTertentu&lt;br /&gt;8. KIN.BP.11.008.01 Memantau Cadangan Bahan Kimia Mengikuti Instruksi Kerja&lt;br /&gt;9. KIN.TP.11.009.01 Membaca Diagram Alir Proses Sederhana&lt;br /&gt;10. KIN.KL.11.010.01 Mengoperasikan dan Memantau Proses Pengolahan Debu mengikuti SOP&lt;br /&gt;11. KIN.IP.11.011.01 Membersihkan Peralatan Pengolah Sederhana&lt;br /&gt;1&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;2. KIN.BP.11.012.01 Mengurangi Resiko Ketika Menggunakan Bahan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 102);font-size:180%;" &gt;TEKNOLOGI P&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 102);font-size:180%;" &gt;ROSES&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_cgtANEGJlQE/SS89VHDYfJI/AAAAAAAABAY/yHl-SN655uQ/s1600-h/indikator.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 144px; height: 109px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_cgtANEGJlQE/SS89VHDYfJI/AAAAAAAABAY/yHl-SN655uQ/s200/indikator.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5273501121553923218" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;KIN.TP.12.018.01 Mengoperasikan dan Merawat Peralatan Grinding dan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Sizing.&lt;br /&gt;KIN.TP.12.019.01 Melaksanakan Proses Pencampuran (Mixing) Bahan K&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;imia&lt;br /&gt;KIN.TP.12.021.01 Mengoperasikan dan Merawat Peralatan Penukar Panas Sederhana&lt;br /&gt;KIN.TP.12.022.01 Melaksanakan Proses Kimia dengan Reaksi Netralisasi &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Mengikuti SOP&lt;br /&gt;KIN.TP.12.024.01 Melaksanakan Proses Kimia dengan Reaksi Katalitik pada Industri Kecil&lt;br /&gt;KIN.TP.12.025.01 Mengoperasikan dan Merawat Peralatan Destilasi Sederhana&lt;br /&gt;KIN.TP.12.027.01 Mengoperasikan dan Merawat Peralatan Absorpsi danAdsorpsi&lt;br /&gt;KIN.TP.12.028.01 Melaksanakan Start Up dan Shutdown PeralatanSederhana&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;KIN.TP.12.029.01 Melaksanakan Proses Ekstraksi Mengikuti SOP&lt;br /&gt;KIN.TP.13.030.01 Mengoperasikan Peralatan Penukar Ion Sederhana&lt;br /&gt;KIN.TP.13.031.01 Mengoperasikan dan Merawat Peralatan Destilasi Jenis Menara Isian&lt;br /&gt;KIN.TP.13.032.01 Melaksanakan Proses Sublimasi Mengikuti Prosedur Kerja&lt;br /&gt;KIN.KL.13.033.01 Melaksanakan Instruksi Kerja Pengolahan Limbah Padat Non B-3&lt;br /&gt;KIN.TP.13.034.01 Melaksanakan Proses Elektrolisis Mengikuti SOP&lt;br /&gt;KIN.TP13.035.01 Mengoperasikan dan merawat evaporator&lt;br /&gt;KIN.TP13.035.01 Mengoperasikan dan merawat peralatan filtrasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;KIN.BP.21.042.01 meghitung neraca bahan/massa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 102);font-size:180%;" &gt;BAHAN KIMIA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;KIN.BP.11.005.01 Menyiapkan Bahan Baku dan Bahan Pendukung Mengikuti Instruksi Kerja&lt;br /&gt;KIN.BP.11.006.01 Bekerja dengan Aman Menggunakan Material dan Bahan Kimia Industri&lt;br /&gt;KIN.BP.11.007.01 Menyiapkan Bahan Kimia Mengikuti FormulaTertentu&lt;br /&gt;KIN.BP.11.008.01 Memantau Cadangan Bahan Kimia Mengikuti Instruksi Kerja&lt;br /&gt;KIN.BP.13.040.01 menyimpan dan mendistribusikan bahan kimia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 102);font-size:180%;" &gt;KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;KIN.BP.11.012.01 Mengurangi Resiko Ketika Menggunakan Bahan&lt;br /&gt;KIN.KL.11.003.01 Memilih dan Menggunakan Alat Pelindung Diri&lt;br /&gt;KIN.KL.11.004.01 Melaksanakan Environment Health and Safety Mengikuti SOP&lt;br /&gt;KIN.KL.12.014.01 mengoperasikan dan merawat alat pemadam api ringan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 102);font-size:180%;" &gt;PENGOLAHAN LIMBAH&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;KIN.KL.11.010.01 Mengoperasikan dan Memantau Proses Pengolahan Debu mengikuti SOP&lt;br /&gt;KIN.KL.13.037.01 pengoperasikan dan memantau pengolahan limbah cair&lt;br /&gt;KIN.KL.13.033.01 melaksanakan instruksi kerja pengolahan limbah padat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 102);font-size:180%;" &gt;KONTROL MANAJEMEN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;KIN.KL.11.001.01 Membersihkan Area Kerja&lt;br /&gt;KIN.IP.11.002.01 Membaca dan Mencatat Skala-Skala Ukur Instrumen lokal&lt;br /&gt;KIN.IP.11.011.01 Membersihkan Peralatan Pengolah Sederhana&lt;br /&gt;KIN.IP.12.013.01 Melaksanakan  proses Cleaning in Place&lt;br /&gt;KIN.IP.12.015.01 mengoperasikan katup&lt;br /&gt;KIN.IP.12.016.01 mengoperasikan dan merawat pompa&lt;br /&gt;KIN.IP.12.017.01 mengoperasikan dan merawat kendali level&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 102); font-weight: bold;font-size:180%;" &gt;UTILITAS PABRIK&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;KIN.IP.12.026.01 mengoperasikan dan merawat Utilitas  pengolahan BBM&lt;br /&gt;KIN.UP.12.020.01 mengoperasikan dan merawat Utilitas  udara tekanan dan vakum&lt;br /&gt;KIN.UP.12.023.01 mengoperasikan dan merawat Utilitas  pembangkit uap&lt;br /&gt;KIN.UP.13.038.01 mengoperasikan peralatan air pendingin sistem tertutup&lt;br /&gt;KIN.UP.13.039.01 mengoperasikan dan merawat Utilitas  pengolahan air baku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6591774212167728983-3047623086284409638?l=giant-ki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giant-ki.blogspot.com/feeds/3047623086284409638/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6591774212167728983&amp;postID=3047623086284409638' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6591774212167728983/posts/default/3047623086284409638'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6591774212167728983/posts/default/3047623086284409638'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giant-ki.blogspot.com/2008/07/mencari-uang-dengan-mudah-dan-halal.html' title='BELAJAR KIMIA INDUSTRI'/><author><name>Sugianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15486854293552002360</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_cgtANEGJlQE/SIVXRAlU-3I/AAAAAAAAAmA/CnpZ8mWP1HA/S220/DSC05759.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_cgtANEGJlQE/SS9HpYw9PwI/AAAAAAAABAw/cmrkHNdXEO0/s72-c/steamcup.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
