Kamis, 15 Januari 2009

pengolahan tembaga

Pengolahan Tembaga

Tembaga adalah logam yang relatif tidak reaktif dan kadang ditemukan di alam
dalam keadaan bebas. Bijih Cu membentuk senyawa oksida, sulfida dan karbonat.
Bijih ditemukan sebagai : pirit tembaga (CuFeS2), Cu galena (Cu2S), kuprit (Cu2O)
,malasit [Cu(OH)2.CuCO3], dan azurit [Cu(OH) 2.2CuCO3].
Bijih tembaga-besi sulfida(CuFeS2) adalah paling banyak di alam yang merupakan
campuran besi sulfida dan tembaga sulfida.

Ekstraksi Cu dari pirit
Mineral tembaga dipekatkan dengan pemecahan bijih menjadi partikel lebih kecil.
Teknik pengapungan buih digunakan dengan menambahkan minyak cemara kedalam
tangki yang penuh dengan bubuk bijih dan air. Campuran diaduk dengan
melewatkan udara bertekanan. Partikel sulfida muncul kepermukaan dengan buih.
Pasir,lempung dan partikel pengganggu lainnya terpisah dari dasar tangki.
Selanjutnya bijih dipanaskan dibakar dengan udara yang cukup sehingga air terpisah
dan oksida logam murni tertinggal. Logam oksida kemudian direduksi dengan
pemanasan tetapi tanpa adanya udara.
Proses diatas disebut Basemerisasi dari Cu. Logam Cu yang yang didapatkan berupa
lelehan. Oksida sulpur ditiupkan melalui lelehan Cu dan lepuhan pada permukaan
dan ini tersisa sebagai pengotor dalam ekstarksi logam Cu. Sehingga logam Cu perlu
dimurnikan lebih lanjut dengan elektrolisis.
Dalam tangki elektrolisa larutan kupri sulfat diasamkan (+H2SO4 encer) membentuk
larutan electrolit. Cu batangan yang tidak murni digunakan sebagai anoda dengan
menghubungkan ke terminal (+) dari batere. Satu lapisan tipis logam tembaga murni
ditempatkan sebagai sel katoda. Terminal (-) dihubungkan ke katoda. Arus listrik
dalam jumlah rendah dialirkan melalui sel. Atom-atom Cu dari anoda memasuki
elektrolit. Tembaga dari anoda berubah menjadi tembaga sulfida. Sejumlah atom Cu
yang sama dari larutan terdeposit pada katoda. Hal Ini akan menjaga konsentrasi
larutan elektrolit tetap. Pengotor dari batangan anoda tertinggal di larutan atau
terkumpul di bawah anoda. Pengotor tidak larut dalam elektrolit dan dinamakan
lumpur anoda. Tembaga murni dipisahkan dari katoda. Anoda menjadi tipis sebagai
hasil proses elektrolisis.

Sifat Fisik Tembaga
Cu logam yang berwarna coklat kemerahan. Permukaannya nampak pudar karena
terbentuknya suatu lapisan oksida. Kerapatannya adalah 8.94 gm/cc. Tutik leleh
1083°C. Cu mudah dibentuk dan sebagai penghantar panas dan listrik.

3 komentar:

nJoeL mengatakan...

pak Sugianto,bagaimana cara menghubungi anda,trims

nJoeL mengatakan...

pak sugianto,bagaimana cara saya bisa menghubungi anda. trims

Sugianto mengatakan...

kontak saya:
email :sugianto.gik256@gmail.com
phone :081313430785